Kamu serius mau terjun ke dunia online? Kalau begitu, jangan lupakan personal branding, baik kamu itu content creator atau profesional di bidang tertentu.

Sudah tahu belum kalau 97% orang mencari informasi tentang brand di sekitar mereka buat dapat informasi akurat? Itu artinya personal branding adalah salah satu upaya jitu buat memastikan kamu selalu dikenal baik oleh banyak orang.

Karena arti personal branding itu penting, kami akan membahas khusus apa itu personal branding di artikel ini. Kamu juga akan tahu berbagai manfaatnya dan contoh personal branding yang baik.

Sudah siap? Yuk, lanjut baca sampai selesai!

Apa Itu Personal Branding?

Personal branding adalah proses seseorang membangun persepsi publik buat dirinya. Langkah ini mencakup strategi buat menunjukkan sisi unik yang positif sesuai audiens mereka.

Dari pengertian personal branding itu, ada dua upaya utama, yaitu menentukan citra diri yang mau ditunjukkan dan menjalankan strategi biar orang lain mengenalimu sesuai citra itu.

Keduanya menjadi landasan utama dari apa itu personal branding yang sesungguhnya.

Saat membangun personal branding artinya kamu menunjukkan skill, kepribadian, dan pencapaianmu sesuai dengan audiensmu. Keunggulan dan kecocokan itu akan membuat citra publikmu di niche tersebut semakin kuat.

Di sisi lain, arti personal branding juga sebagai upaya membedakan diri kamu dari content creator lain. Bisa dari konten yang kamu buat atau nilai yang kamu pegang di niche tertentu.

Sebagai contoh, bagi seorang chef yang mendukung pola hidup sehat, personal branding adalah bagaimana audiens melihat nilai itu. Kamu selalu memasak menu untuk vegetarian atau mengutamakan bahan organik yang sehat.

Dalam konteks ini, personal branding kamu bukan cuma tentang skill memasak. Tetapi juga tentang membangun reputasi sebagai ahli yang mendukung gaya hidup sehat, yang mungkin tidak dilakukan chef lainnya secara spesifik.

Sumber: IG Yuda Bustara

Nantinya, kamu jadi bisa punya daya tarik kuat di komunitas niche itu, punya banyak follower dan bahkan bisa jadi seorang influencer.

Hal itu juga yang membedakan personal branding dan self-branding.

Personal branding adalah upaya lengkap termasuk langkah pamer skill, menunjukkan kepribadian, dan pandangan atas sebuah nilai tertentu. Sementara itu, self-branding lebih tentang pencapaian pribadi sebagai profesional.

Personal branding artinya kamu terus menerus membangun kepercayaan audiens. Sedangkan self-branding lebih menyoroti pencapaian kesukesan tertentu.

Tak heran kalau bicara apa itu personal branding, maka self-branding akan jadi salah satu bagiannya.

Konsep Utama Personal Branding

Setelah tahu apa itu personal branding, kamu akan lebih mudah memahaminya berdasarkan konsep dasar berikut:

  • Otentik — Personal brand terkait persepsi. Tapi, audiens sebenarnya tidak suka dengan citra diri yang terlalu dibuat-buat. Jadi, tetap jadi diri kamu yang sebenarnya dan nilai yang kamu percayai meskipun kamu content creator baru atau bahkan nano influencer.
  • Unik — Buat apa punya personal brand baik tapi sama dengan yang lain, kan? Maka, penting buat jadi sosok yang unik. Cari tahu keunikanmu dan tonjolkan itu sebagai bagian penting personal brandingmu.
  • Konsisten — Personal branding adalah proses, bukan hasil akhir, sehingga perlu konsistensi. Bukan cuma soal cara menunjukkan diri yang sama agar mudah dikenali. Tetapi juga keseriusan berpegang pada nilai-nilai yang sesuai dengan niche atau audiens kamu.
  • Bermanfaat — Arti personal branding juga mencakup audiens, terutama pada manfaat yang bisa kamu bagikan. Baik itu melalui konten, layanan, atau produk yang mengatasi pain points mereka.
  • Engagement — Personal branding tidak dapat dilakukan tanpa upaya membangun engagement. Langkahnya bisa sesederhana menanggapi komentar, pesan, dan pertanyaan.
  • Adaptasi — Sebagai sebuah proses berkelanjutan, personal branding artinya kamu setia mengikuti perkembangan. Baik itu perubahan tren industri atau kebutuhan audiens. Tanpa lincah melakukan perubahan, upaya branding kamu bisa gagal.

Manfaat Personal Branding

Ada beberapa manfaat personal branding yang kamu perlu tahu biar lebih semangat pas membangunnya:

1. Gampang Ditemukan Audiens

Personal branding adalah cara yang efektif biar kamu gampang ditemukan audiens. Bahkan, kamu juga bisa menarik audiens baru lebih banyak dengan personal brand yang unik.

Kenapa begitu? Bayangkan kalau kamu punya reputasi bagus. Banyak orang yang pede buat share kontenmu, bukan? Soalnya, konten itu dianggap keren dan bermanfaat.

Nah, platform media sosial juga punya pandangan sama soal ini. Lihat saja, mereka tak segan buat mempromosikan konten cari content creator top di FYP, kok. Tak peduli apakah kamu sudah content creator top atau masih micro influencer.

Itu belum termasuk hasil pencariannya. Content creator yang punya personal brand bagus bakal lebih sering muncul pas pengguna cari topik di niche tertentu.

2. Brand Kamu Mudah Dikenali

Jangan lupa, membangun personal branding artinya membuat reputasi yang kuat sebagai ahli di niche tertentu. Ini membuat orang lain dengan cepat mengenali kamu. Soalnya, selalu mengaitkanmu dengan bidang atau pandangan unik kamu.

Sebagai contoh, EVHolic dikenal dengan review khusus kendaraan listrik. Ini membedakannya dari reviewer lain seperti Fitra Eri atau MotoMobi yang sebenarnya lebih populer.

Bisa dikatakan kalau personal branding adalah kunci yang membuat EVHolic dianggap punya konten berkualitas dalam hal review kendaraan listrik. Dan, ini bisa ditemukan di berbagai platform, mulai dari platform utama mereka YouTube, sampai ke TikTok dan Instagram.

3. Punya Daya Saing Tinggi

Apa manfaat personal branding lainnya? Kamu akan punya daya saing yang lebih baik di tengah persaingan yang cukup ketat. Apalagi kalau niche yang kamu pilih cukup umum.

Tanpa personal branding, kamu tidak bisa dengan jelas mengkomunikasikan keunikan dirimu kepada audiens. Akibatnya, kesan istimewamu akan hilang.

Sementara itu, riset McKinsey juga menyebutkan kalau dengan personal brand yang kuat bisa membuatmu unggul 73% dari kompetitor, terutama dalam konteks bisnis dan profesional.

4. Bisa Menjadi Influencer

Dengan personal branding, kamu bisa mempengaruhi orang lain di niche kecil maupun audiens umum. Ini adalah manfaat branding yang paling jadi impian content creator dan influencer, mulai micro influencer sampai mega influencer.

Personal branding adalah faktor penting yang meningkatkan pengaruh kamu di masyarakat. Di tahapan ini, kamu bisa menggiring opini masyarakat tentang sesuatu karena dianggap ahli.

Kalau bicara review teknologi, nama David Gadgetin, Indra dari iTechLife atau Dedy Irvan dari JagatReview bisa jadi contohnya.

Kenapa personal brand mereka cukup kuat? Mereka bukan cuma ahli melakukan review, tetapi juga menjadi orang yang berani memberikan opini tentang tren teknologi dengan jujur.

5. Punya Komunitas Setia

Personal brand kamu akan makin kuat kalau kamu punya dukungan komunitas yang solid, baik kamu sebagai gamer, cosplayer, atau content creator di niche lain.

Rasa memiliki di suatu komunitas biasanya membantu branding seseorang buat jangka panjang. Komunitas bukan cuma jadi viewer, tapi siap membuat setiap konten kamu jadi lebih seru.

Sumber: YT Punipun7

Itu terjadi karena mereka tak sungkan buat melakukan interaksi mulai dari saling komentar,kasih sticker sampai memberikan donasi atau hal positif lain.

Bahkan, tak jarang personal brand di ranah online terus melekat sampai ke berbagai kegiatan offline seperti meetup atau event lokal tertentu.

6. Punya Networking Bagus

Salah satu kunci sukses buat menjadi content creator profesional adalah networking yang berkualitas. Nah, personal branding adalah salah satu cara buat mewujudkannya

Dengan personal branding yang jelas, kamu bisa lebih mudah collab post atau bekerja sama dengan brand. Bukan cuma karena kualitas karya yang kamu punya, tapi juga karena fokus niche kontenmu.

Upaya networking seperti collab post atau tagging bisa memperkuat personal brand, sekaligus menambah jumlah follower kamu di berbagai platform. Faktanya, di Instagram, postingan tanpa melibatkan tag ke orang lain punya engagement lebih rendah.

7. Sumber Penghasilan Lebih Beragam

Ini juga manfaat personal branding yang penting buat content creator, yaitu opsi monetisasi.

Sebagai content creator, kalau kamu punya personal brand yang baik, kamu jadi bisa punya banyak sumber pendapatan, bukan hanya dari satu jenis monetisasi tapi juga dari berbagai platform.

Contoh, kamu seorang cosplayer yang selama ini cuma posting di YouTube. Sumber pendapatan kamu mungkin cuma dari iklan AdSense.

Nah, dengan personal branding yang baik, kamu bisa kok membuat konten eksklusif buat member di YouTube. Bahkan, kamu juga bisa punya pendapatan dari jualan merchandise atau membuat channel membership di platform lain seperti Gank.

Jadi, kalau pendapatan dari YouTube tetiba menurun, kamu tak perlu panik karena kamu masih punya pendapatan lain.

Baca Juga: YouTuber dengan Penghasilan Terbanyak

Tujuan Personal Branding

Lalu, apa tujuan personal branding sebenarnya sampai kamu perlu melakukannya?

1. Membangun Citra Expert

Bagi content creator, dianggap sebagai experti di niche yang digeluti itu ibarat surga. Inilah salah satu tujuan personal brand susah payah mereka bangun.

Ketika dianggap sebagai ahli, kamu bisa mempengaruhi followermu dengan lebih baik dan positif. Selain itu, kamu juga punya kesempatan buat dikenal sama brand karena reputasi yang baik.

Jangan lupa kalau keahlian itu terkait sama kepercayaan. Makin kamu dianggap ahli, makin banyak yang tertarik sama kontenmu. Nantinya, jadi banyak yang follower akun kamu. Ini akan mendukung karirmu sebagai content creator profesional.

2. Memperkuat Pengaruh ke Audiens

Salah satu tujuan penting dari personal branding adalah memastikan kamu punya pengaruh besar bagi follower, lebih-lebih ke audiens yang lebih luas. Baik kamu sudah menjadi influencer atau masih menjadi content creator biasa di berbagai platform.

Faktanya, banyak orang yang beli produk tertentu setelah melihat influencer pakai produk itu juga. Bahkan, 61% lebih percaya rekomendasi dari influencer sosial media daripada selebriti, lho.

Jadi, bisa dibayangkan kalau kamu adalah seorang content creator seperti Medy Renaldy. Setelah kamu beli mainan helm Iron Man atau Water Rocket, audiensmu bisa penasaran dan ikut membelinya juga, lho.

Sumber: YT Medy Renaldy

3. Menambah Jaringan Berkualitas

Sudah pernah dengar cerita Irfan Hakim dikunjungi Tarzan Amerika?

Sebagai content creator, personal branding Irfan Hakim memang di niche satwa. Ia punya megatank ikan unik seperti Arapaima, Belida sampai Toman dan membangun Aviary berbagai burung langka.

Ternyata, Michael Holston, YouTuber terkenal yang dijuluki Real Tarzan, tertarik sama Aviary milik Irfan Hakim. Michael sendiri merupakan pegiat perlindungan hewan dan animal communicator.

Dengan personal branding yang mirip, terjalinlah komunikasi saat kunjungan itu dan menjadi sebuah networking yang berkualitas.

Dan bukan cuma Holston, banyak orang di komunitas perlindungan satwa juga tertarik datang ke Aviary itu karena personal brand Irfan yang kuat di niche itu.

4. Memperluas Jangkauan Audiens

Dengan personal branding yang baik, collab post bisa jadi lebih mudah. Ini bukan cuma tentang membuat konten bersama, lho. Tapi juga buat memperluas audiens dan meningkatkan engagement.

Tak usah heran kalau tujuan personal branding adalah memudahkan kerjasama konten semacam ini.

Contoh terbaru datang dari Indra TechLife. Dia baru saja menjadi tamu di podcast JagatReview, channel teknologi terkenal di Indonesia. Indra dianggap cocok mewakili komunitas pengguna produk Apple dalam tema yang membahas masa depan persaingan Apple dan Android di 2024.

Sumber: YT Jagat Review

Dengan collab post seperti ini, akan makin banyak pengguna Android yang kenal channel iTechLife yang kebanyakan membahas soal Apple dan sebaliknya.

5. Memperbesar Peluang Dapat Brand Partnership

Apalagi tujuan personal branding seorang profesional kalau bukan buat dapat brand partnership? Kemitraan ini jadi sumber pendapatan menjanjikan buat content creator yang punya personal brand kuat.

Alasannya, brand partnership berlangsung jangka panjang, berbeda dengan sponsored post yang dibayar per konten. Dengan begitu, personal brand memberikan jaminan pendapatan lebih baik.

Yang menarik, perusahaan juga mencari orang dengan personal brand yang bagus kok, berapapun jumlah follower atau level influencernya. Bahkan, 44% brand lebih memilih nano influencer buat promosi karena tingkat engagementnya lebih tinggi.

6. Meningkatkan Karir Sebagai Profesional

Secara umum, siapa pun yang membangun personal branding dengan baik cenderung punya karir yang meningkat. Sebab, perusahaan tempatnya bekerja atau calon klien tentu akan memilih profesional dengan reputasi bagus.

Belum lagi, ada data menyebutkan kalau seseorang dengan personal branding baik bisa membantu bisnis promosi produk dengan lebih baik. Soalnya, 92% konsumen lebih percaya pada rekomendasi teman atau rekan kerja dibanding iklan sebuah brand.

Itu artinya personal branding memang harus menjadi tujuan dari siapapun yang ingin serius terjun ke dunia online berbekal keahlian mereka masing-masing.

Jadi, Personal Branding Adalah?

Sudah cukup banyak yang dijelaskan tentang apa itu personal branding di artikel ini, ya? Bagaimana sudah paham, kan?

Personal branding adalah sebuah upaya terus menerus untuk membangun reputasi baik di dunia online. Konsep utamanya adalah menjadi orang yang unik, bermanfaat, konsisten, dan siap beradaptasi dengan perubahan.

Kalau kamu punya personal brand, kamu jadi bisa dianggap sebagai expert di niche kamu, punya jaringan yang lebih luas sampai dapat peluang kerjasama brand sebagai sumber pendapatan.

Bagaimana, tertarik untuk mulai menjalankan personal branding? Semoga sukses ya!

FAQ Seputar Personal Branding

Apa yang dimaksud personal branding?

Personal branding adalah cara agar orang lain melihat kamu sebagai seseorang yang positif. Pandangan itu sesuai sama citra yang kamu rencanakan. Bisa dari kepribadian, kemampuan, nilai positif yang cocok di niche kamu.

Kenapa personal branding itu penting?

Branding bisa membuat kamu jadi seseorang yang lebih mudah dikenal. Selain itu, kamu jadi dipercaya dan dianggap punya kredibilitas tinggi dari nilai yang kamu pegang atau konten yang kamu buat.

Pada akhirnya arti personal branding bisa mendorongmu jadi content creator dengan reputasi baik dan bisa punya penghasilan menjanjikan

Apa beda personal branding dan pencitraan?

Pencitraan sering disebut sebagai self-branding. Sesuai namanya, pencitraan fokus pada kualitas seseorang, bisa dari sikap atau pencapaiannya sebagai profesional.

Kalau personal branding, fokusnya pada keunggulan dan keunikan yang tidak dimiliki orang lain tapi sesuai dengan apa yang audiens mereka harapkan.

Siapa yang butuh personal branding?

Semua orang perlu personal branding untuk membangun reputasi dan karir profesional yang bagus. Baik kamu masih sebagai pencari kerja, sudah menjadi pengusaha, seorang profesional, atau content creator, personal branding tidak boleh dilupakan

Apa yang membuat personal brand kuat?

Personal brand yang kuat didasarkan pada kepatuhan pada konsep dasar branding. Jadi, kamu harus otentik, unik, bermanfaat, konsisten dan punya engagement yang baik. Dengan fokus pada konsep ini, siapapun kamu akan punya personal brand yang kokoh.

Contoh content creator dengan personal brand kuat?

Ada banyak nama content creator yang bisa jadi contoh kamu membangun personal brand, di antaranya:

Titan Tyra — Beauty vlogger dan influencer dengan personal branding yang kuat di niche kecantikan dan gaya hidup.
Salshabilla Adriani — Selebgram dengan 16 juta follower yang dikenal dengan personal branding terkait kecantikan natural, gaya hidup sehat, dan body positivity.
– Gita Savitri Devi — Influencer yang kadang kontroversial dengan branding yang fokus pada topik sosial, pendidikan, dan gaya hidup.
Nessie Judge — YouTuber dengan personal branding pada dunia seram dan cerita horor baik itu urban legend atau teori konspirasi.
Fiersa Besari — Penulis, musisi, dan content creator yang dikenal dengan karya puitis sebagai sebuah personal branding yang unik.
GTID — YouTuber dengan personal branding yang kuat di niche review monitor yang kerap jadi rujukan banyak orang sebelum membeli monitor, baik buat pekerjaan atau gaming.

Share.

Leave A Reply

Gank is a content membership platform that helps content creators accept donations, sell goods and services, and manage memberships at 0% platform fees.

© 2024 ALL RIGHTS RESERVED by Gank.
Exit mobile version