Bukan sejam dua jam. Subathon adalah live streaming semalam suntuk, dan bahkan bisa berhari-hari. Sekilas memang terlihat ekstrem. Tapi, manfaatnya banyak, kok.

Kai Cenat sama Reza Arap suka melakukan hal ini. Dan gara-gara itu, mereka jadi makin hits dan bisa cuan banyak dari donasi pas mereka live marathon di Twitch atau YouTube.

Nah, apa itu subathon? Dan apakah cocok subathon buat para streamer baru? Artikel ini bakal kupas tuntas. Jadi, baca sampai selesai, yuk!

Apa itu Subathon?

Subathon adalah singkatan dari subscription marathon. Ini format live streaming unik yang dibuat streamer di platform streaming Twitch untuk bisa dapat subscriber baru di waktu tertentu.

Konsepnya, setiap ada subscriber baru atau ada yang memberi donasi atau mengirimkan Twitch Bits akan menambah waktu ke countdown timer yang disiapkan, misalnya 10 menit.

Tapi, tiap subathon bisa punya aturan sendiri sesuai jenis konten. Dan, kontribusi viewer memang jadi kunci berlangsungnya event.

Di streaming biasa, kamu yang tentukan mau live berapa lama sebagai streamer. Tapi di subathon, viewer yang pegang kendali: apakah akan lanjut atau berakhir.

Begitu tak ada engagement dan timer habis, streaming selesai.

Keseruan ini yang membuat subathon terus berkembang. Bukan cuma di Twitch, tapi juga YouTube Live, Facebook Gaming dan Kick.

Oh ya, BoxBox jadi yang pertama coba konsep Subathon ini di tahun 2013. Cuman waktu itu live marathon dianggap masih kurang menarik.

Nah, pas Ludwig Ahgren menggelar subathon Maret 2021, pas orang lagi pada “di rumah saja”, barulah subathon jadi trending.

Waktu itu sampai pecah rekor live 31 hari nonstop, dengan subscriber tembus 282.191. Setelah itu baru mulai pada saingan. Terakhir, ada Kai Cenat dengan 1.112.947 subscriber di Mafiathon 3.

Kalau di Indonesia, ada nama Reza Arap yang berhasil menembus Top 4 YouTube Live global melalui event Marapthon.

Kenapa nama event-nya beda. Ya, karena tiap streamer bisa buat event sendiri. Ada yang pakai Mafiathon, Marapthon, Subathon 2.0, Dubathon, Tubbathon, Capathon, dan masih banyak lagi.

Cara Kerja Subathon

Cara kerja subathon adalah berdasarkan trigger. Gampangnya, timer berjalan mundur, dan setiap ada trigger berupa subs atau donasi, timer menambah waktu otomatis sesuai dengan aturan.

1. Menentukan Aturan

Ini langkah penting buat keberhasilan subathon. Di tahap ini, tentukan aturan dengan jelas dan pastikan pengukuran dari plugin kamu sudah dicoba.

Misalnya, mau fokus ke subscriber baru, menggalang donasi, atau keduanya? Tujuan ini akan mempengaruhi trigger yang digunakan.

Buat urusan trigger, ada beberapa pilihan seperti StreamElements Subathon Widget, SubathonTimer.com, atau plugin custom.

Nanti kamu tinggal tampilkan aturan itu sebagai overlay di layar. Misalnya, donasi nambah 30 menit, subscriber nambah 1 jam, dan lain-lain.

2. Menjalankan Subathon

Hal teknis buat tracking sudah siap dan aturan sudah jelas. Saatnya jalankan subathon. Mulai dulu dengan dua sampai empat jam pertama seperti streaming biasa.

Ini buat memastikan penonton siap dan melihat apakah timer dan plugin berjalan sebagaimana mestinya.

Jangan lupa jelaskan aturan subathon beberapa kali meski sudah ada di layar. Kalau perlu, ajak audiens berpartisipasi: “Waktu tinggal 45 menit, donasi ya biar kita bisa lanjut…”

Eits, tapi jangan cuma fokus pada timer. Buat konten menarik sesuai rencana, entah itu gaming, cosplay, atau bercanda ala Marapthon.

3. Ikuti Dinamika Engagement

Kalau subathon buat capai milestone seperti 1000 subscriber, ingatkan terus audiens buat subscribe.

Kalau bentuknya timer, minta mereka langsung perpanjang timer yang hampir habis.

Tiap kali kamu berhasil melewati subathon, rayakan bareng viewer biar mereka makin semangat ikutan subathon itu.

Ingat, siklus ini akan berlangsung terus menerus dan kamu mungkin akan melewati beberapa fase kritis seperti apa yang dilewati oleh Ludwig.

4. Akhiri Subathon

Kecuali kamu melakukan subathon tanpa henti seperti yang dilakukan EmilyCC, maka ada saat live marathon itu akan berakhir.

Countdown timer terus berkurang sampai angka 0 dan tak ada lagi viewer yang menambah waktu kamu untuk subathon. Atau, kamu sudah mencapai target donasi yang kamu tentukan.

Itulah momen akhir dari subathon kamu itu.

Jenis Subathon

Secara umum, subathon bisa pakai cara kerja yang sama, cuma jenis subathon saja yang beda. Tapi apa aja sih?

1. Subathon dengan Waktu

Ini jenis subathon paling umum. Sesi live akan berakhir kalau timer menunjukkan angka 0 karena viewer tidak menambahkannya dengan donasi atau menjadi subscriber.

Ini konsep subathon yang digagas sama BoxBox dan menjadikan subathon populer oleh Ludwig.

Kamu bisa menggunakan konsep ini buat subathon kamu selama punya fans yang memang setia buat memberikan dukungan.

Bisa juga jenis subathon ini kamu modifikasi dengan waktu tetap. Jadi, kamu akan mencoba live selama 2 hari tanpa henti apabila mendapatkan 100 subscriber.

2. Subathon dengan Pencapaian

Jenis subathon ini pendekatannya pada hasil, tanpa peduli berapa lama waktu yang diperlukan. Bisa sehari, seminggu, sebulan atau setahun.

Biasanya subathon milestone itu buat mencari subs dalam event tertentu. Bisa juga dipakai kalau tujuannya untuk donasi, baik untuk orang lain atau diri sendiri.

Katakanlah kamu ingin upgrade PC dengan nominal tertentu, kamu bisa menjalankan live streaming ini dengan menyebutkan nominal untuk upgrade PC itu.

3. Subathon dengan Tantangan

Tak perlu ada trigger countdown, subathon jenis ini berdasarkan tantangan yang diberikan sama viewer.

Ini bukan cuma perlu ketahanan fisik, tapi juga skill dan juga strategi. Soalnya, tantangan yang diberikan sama viewer belum tentu mudah dilakukan.

Kalau kamu musisi, challenge itu bisa saja menyanyikan lagu dengan genre tertentu secara medley selama satu jam.

Atau, kalau kamu seorang cosplayer, kamu bisa saja ditantang menyelesaikan make up untuk jadi tokoh anime tertentu.

4. Subathon Tanpa Batas

Ini jenis subathon paling ekstrim karena streamer menjalankan sesi live 24 jam penuh tanpa jeda dan bisa berlangsung ratusan bahkan ribuan hari.

EmilyCC menjadi contoh ikonik dari jenis Subathon marathon ini. Bayangkan, per 2 Februari 2026 ini sudah jadi hari ke-1547 dia tampil live di Twitch.

Tapi apakah berarti dia tak pernah tidur, makan, atau break? Tentu ada jeda istirahat, bahkan beberapa kali ia live sambil berbelanja berbagai kebutuhan via live streaming mobile.

Tak ada waktu spesifik sebagai trigger atau pencapaian tertentu, EmilyCC memang hanya ingin bisa live sampai dia ingin berhenti melakukannya.

Kenapa Harus Mengadakan Subathon

Ada beberapa alasan kenapa subathon sering dilakukan banyak streamer:

1. Menggenjot Subscriber

Ini alasan paling umum kenapa subathon dilakukan. Kamu bisa dapat banyak subscriber dalam waktu singkat dengan format streaming marathon yang unik.

Persiapannya harus matang sih. Tapi kalau berhasil, kamu bisa punya lonjakan subscriber dalam beberapa hari yang seharusnya perlu sampai berbulan-bulan.

Lihat saja bagaimana jumlah subscriber Ludwig bertambah drastis dari 1.730 menjadi 282.000 dalam 31 hari.

Kenapa bisa begitu? Itu namanya FOMO, takut ketinggalan. Fans tak mau sesi subathon cepat selesai. Jadi mereka saling bantu buat kasih donasi atau subscribe biar timer tak jadi nol.

2. Mendapatkan Uang Donasi

Berapa bayangan kamu jumlah donasi yang bisa didapatkan dari sebuah subathon?

Ludwig konon mendapat sampai $1,4 juta dari subathon yang dilakukan dengan estimasi $5 per subscriber yang diperoleh. Ini jumlah yang tak main-main lho.

Itulah kenapa revenue spike dari kegiatan live marathon ini kerap diperhitungkan. Bisa dikatakan, sebanding antara usaha dan hasil yang didapat.

Kalau di Indonesia, hasil dari Marapthon konon bisa mencapai Rp 5 miliar lho. Tentunya untuk pemula hasilnya akan jauh berbeda, tapi kamu paham kalau potensinya besar, kan?

3. Membangun Komunitas

Tak selamanya streamer membuat subathon cuma buat dapat uang atau mengejar subscriber. Kadang mereka cuma ingin membangun komunitas atau melihat seberapa setia fans mereka.

Ya pastinya mereka masih menerima donasi dan menampilkan timer buat menambah subscriber. Tapi, mereka mau tahu seberapa aktif penonton buat partisipasi.

Biasanya buat tujuan ini, jenis subathon-nya lebih interaktif seperti menyebut nama subscriber atau mempersembahkan gimmick khusus ke salah satu donatur.

Yang ingin dibangun adalah kesan bahwa aku bagian dari streamer itu. Dan subathon adalah salah satu strategi yang dipakai sama sang streamer.

4. Membuat Konten

Entah buat tujuan clip farming atau memang sengaja membuat konten buat repurpose, kesan dari subathon jauh lebih spesial daripada streaming regular.

Jadi nanti beberapa momen spesial dari rangkaian Subathon akan dijadiin konten di YouTube atau Shorts buat jangkau audiens yang berbeda.

Ibaratnya cukup sekali membuat konten, streamer bisa pakai strategi content repurpose untuk membuat konten dengan berbagai format dan platform.

5. Mendapatkan Perhatian Algoritma

Subathon bisa jadi tanda kalau channel kamu lagi aktif, dan algoritma dari platform seperti Twitch atau Youtube akan melihatnya.

Semakin sering kamu aktif, entah lewat subathon atau posting konten, makin besar peluang channel kamu muncul di bagian browse, rekomendasi, atau hasil pencarian.

Itulah kenapa banyak streamer yang sesekali melakukannya, bahkan menjadikan subathon sebagai daya tarik utama channel mereka.

Coba bayangkan, kamu dapat 10.000 concurrent views di Twitch selama beberapa hari karena konten subathon kamu keren. Pasti algoritma akan langsung mencatatnya

6. Membangun Personal Branding

Subathon adalah salah satu cara membangun personal branding. Kaitannya dengan daya tarik atau value yang kamu bisa tawarkan ke audiens.

Biasanya, ini dilakukan streamer yang mau menarik perhatian brand buat bisa kerja sama. Kenapa begitu? Kalau audiens tetap menonton selama berhari-hari, artinya kamu punya daya tarik itu.

Ingat, di subathon, mereka bukan penonton sembarangan, tapi komunitas yang setia dan aktif.

Nah, brand akan tertarik sama streamer dengan branding kuat. Soalnya, produk mereka akan dilihat oleh orang-orang yang benar-benar peduli dengan apa yang disampaikan streamer.

Contoh Subathon Populer

Ini dia beberapa contoh subathon yang sempat jadi fenomena di dunia live streaming:

1. Ludwig yang Subathon 31 Hari

Jangan fokus sama jumlah harinya, nanti kalah sama streamer lain. Tapi, lihat bagaimana Ludwig membuat dunia kaget dengan format live streaming nonstop selama 31 hari.

Subathon ini jadi fenomenal, menarik lebih dari 282.000 subscriber dan memecahkan rekor Ninja yang sebelumnya punya 269.154 subscriber.

Awalnya, Ludwig cuma mau live 24 jam. Tapi, dalam beberapa jam pertama, antusiasme tinggi. Akhirnya, ia perpanjang secara bertahap.

2. Mafiathon dari Kai Cenat

Kai Cenat bukan cuma terkenal karena Mafiathon, tapi tak bisa dipungkiri kalau subathon itu yang membuat jumlah subscriber-nya naik pesat.

Caranya, dia live streaming selama 30 hari dengan berbagai konten dan kedatangan selebriti seperti Mariah Carey, Kim Kardashian, Ed Sheeran, sampai Snoop Dogg.

Bayangkan, ia berhasil memecahkan rekor dunia dengan mencapai lebih dari 472.000 subscriber aktif. Itu rekor subscriber terbanyak di dunia, lho.

3. Emilycc yang Subathon Tanpa Akhir

1547 hari buat live streaming? Ya, ini salah satu fenomena subathon paling jadi perbincangan. Bahkan, tak jarang content creator lain membuat video reaction soal subathon-nya.

EmilyCC punya aturan sederhana: setiap ada donasi berarti livestream lanjut. Hasilnya, dia sudah streaming nonstop buat lebih dari 4 tahun.

Apa yang dilakukan? Nge-game, ngobrol santai, tidur, bahkan belanja lewat streaming mobile.

4. Marapthon

Di Indonesia, subathon memang masih konsep baru. Tak heran pas Reza Arap datang dengan Marapthon, langsung jadi gebrakan di dunia streaming Indonesia.

Dan menjadi ranking YouTube Live global di Januari 2025 pastinya jadi catatan tersendiri.

Mirip dengan Kai Cenat, konsep subathon dari Reza itu rame-rame. Isinya bukan cuma ngobrol, tapi ada sesi gaming, bahkan kadang ada sketsa komedi, sampai tidur di live.

Subathon itu tembus 200 ribu peak live viewers, lho. Dan konon dia bisa dapat sampai $10,000 donasi tiap harinya.

Platform Popular Buat Subathon

Subathon adalah format live streaming yang durasinya panjang dan harus dilakukan di platform yang sudah support. Apa saja?

1. Twitch

Platform buat subathon paling recommended pastinya Twitch. Sistem subscription-nya sudah berjalan baik, dukungan pihak ketiga seperti StreamElements, atau Streamlabs juga memanjakan pengguna.

2. YouTube Live

Meskipun kerap didominasi streamer game, YouTube Live sekarang sudah mendukung berbagai jenis konten. Jadi, kalau mau bawa format subathon ke platform ini, bisa banget. Yang menarik, pastinya fitur monetisasi bawaan seperti Super Chat dan Super Sticker.

3. Kick

Platform ini jarang dapat audiens dari Indonesia, tapi secara sistem subathon, Kick bisa jadi alternatif dari Twitch dengan audiens global. Automated timer extensions yang nantinya menjadi trigger buat adanya subs, follower, atau donasi juga sudah tersedia dan bisa dikustomisasi.

4. Facebook Gaming

Kalau sebagian besar fans kamu itu pengguna Facebook, pertimbangkan buat mengadakan subathon di sini. Sistemnya sudah mapan dan monetisasi pakai Stars juga bisa mendukung tujuan donathon.

Baca Juga: Cara Live di Facebook

Jadi, Subathon Adalah?

Subathon adalah live streaming marathon dimana viewers ikut menentukan lamanya sesi live. Bentuknya bisa berupa trigger waktu dari subs, donasi atau lainnya.

Banyak streamer melakukannya karena terbukti bisa menggenjot subscriber, menggalang dana, sampai membangun personal branding.

Apakah cocok buat pemula? Bisa dicoba, meskipun kurang disarankan karena perlu engagement yang kuat dan konten yang menarik.

Nah, semoga informasi ini bermanfaat. Kalau ingin informasi seputar konten kreator dan tips mendapatkan uang dari konten, ikuti terus blog Gank, ya.

Apa itu Subathon?

Subathon adalah live streaming berdurasi panjang berdasarkan aturan dari streamer, seperti jumlah subscriber, donasi, atau tantangan.

Format ini mulai populer sejak 2021 dan makin tren setelah streamer terkenal seperti Kai Cenat melakukannya, sampai punya jutaan subscriber.

Apakah Subathon dan Donathon sama?

Banyak istilah yang mirip buat format live streaming marathon. Subathon fokusnya pada subscription marathon, sementara donathon lebih menekankan target donasi.

Subathon biasanya menggunakan countdown timer buat menggenjot subscriber. Sebaliknya, donathon menetapkan target donasi, seperti yang dilakukan Shroud pas galang buat rumah sakit.

Siapa Streamer Subathon Indonesia?

Yang paling terkenal pastinya Reza Arap dengan Marapthon-nya. Selain itu, ada nama RusmanDota2 yang per saat ini masih live di hari 48 buat seri subathon DOTA.

Nama lain yang juga melakukan subathon adalah Edho Zell yang melakukan live marathon 7 hari memperlihatkan seluruh kegiatannya mulai dari makan sampai tidur.

Share.
Leave A Reply

Gank is a content membership platform that helps content creators accept tips, sell goods and services, and manage memberships.

© 2026 ALL RIGHTS RESERVED by Gank.
Exit mobile version